Search

Berita Terbaru

Warga Desa Petir Nikmati Jalan Baru

BANJARNEGARA - Warga Dusun Kayubima, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara kini merasa lega, pasalnya jalan Desa yang di...

Update Berita

Friday, March 13, 2020

Tekan kematian Ibu dan Bayi dengan Save Bunda


 BANJARNEGARA : Angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKB) di Banjarnegara menjadi masalah serius dan mendesak untuk ditangani. AKI dan AKB merupakan salah satu indikator dalam perhitungan derajat kesehatan masyarakat.
    Dengan permasalahan yang ada Kepala UPTD Puskesmas Banjarmangu 1 Masfufatun Juni, SKM., M.Kes terketuk hatinya untuk membuat Inovasi pelayanan untuk menekan kematian ibu dan bayi. Dia membuat aplikasi SAVE Bunda yang merupakan upaya untuk memberikan pelayanan kepada ibu hamil untuk bersalin secara cepat, tepat dan mengurangi persalinan sendiri di rumah. Save Bunda adalah upaya menyelamatkan ibu hamil, yakni dengan stiker pengendali persalinan, Alarm telepon selular bidan desa dan voluntir atau pekerja sosial.
   Menurut Masfufatun, setiap ibu hamil mendapatkan stiker yang dipasang di buku kesehatan Ibu dan Anak (KIA) empat kali, yakni pada trisemester 1 dan 2 masing-masing satu kali dan dua kali pada trisemester ke tiga. stiker hijau untuk resiko kehamilan rendah, stiker kuning untuk kehamilan tinggi dan stiker merah untuk resiko kehmilan sangat tinggi.
    dijelaskan juga, untuk setiap bidan desa harus memprogram alarm di ponselnya tiga hari menjelang perkiraan lahir alarm di ponselnya. menurutnya tiga hari menjelang perkiraan hari lahir alarm harus berbunyi sebagai pengingat bidan desa untuk menghubungi dukun bayi, ketua PKK desa, perangkat desa dan kader bersama sama mengunjungi ibu hamil melakukan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.
  Diharapakan keterlibatan berbagai pihak ini ibu hamil tetap sehat dan mau melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, Ujarnya sa'at dihubungi di kantornya jum'at siang.
dengan penerapan aplikasi di UPTD Puskesmas Banjarmangu 1 menjadikan semua ibu hamil terpantau.
   Penerapan sistem layanan ini mengantarkanya meraih Juara 1 lomba Ketelandanan Nasional pada tahun 2017 katagori tenaga kesehatan Masyarakat di jakarata pada tgl 13-19 agustus 2017 silam Masfufatun berhasil dalam persaingan ketat dengan 258 peserta dari 34 propinsi.selain itu juga mendapatkan penghargaan penulisan terbaik pertama tingkat nasional. (kris.kaenews.com)

No comments:

Post a Comment