Search

Berita Terbaru

Warga Desa Petir Nikmati Jalan Baru

BANJARNEGARA - Warga Dusun Kayubima, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara kini merasa lega, pasalnya jalan Desa yang di...

Update Berita

Tuesday, March 31, 2020

Masa libur darurat sekolah diperpanjang

Drs. Noor Tamami Kadindikpora Banjarnegara
 BANJARNEGARA – Masa libur darurat sekolah di Kabupaten Banjarnegara diperpanjang 14 hari ke depan atau sampai tanggal  14 April 2020 mendatang dengan catatan daerah dinyatakan aman dari Covid-19
    "Seharusnya siswa TK/SD/SMP masuk pada hari selasa (31/3/2020)," kata Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara Noor Tamami saat dikonfirmasi kaenews.com.
    Noor Tamami menyampaikan selama masa liburan siswa dapat belajar mandiri dengan bimbingan orang tua dan guru kelas di rumah masing-masing.
    "Pemerintah telah memfasilitasi dengan media daring dan banyak platfom yang disediakan. Namun bagi siswa yang berada di pedesaan masih memafaatkan buku paket," jelas Noor Tamami.
    Platfom media daring yang tersedia diantaranya kelas pintar, ruangguru, sekolah kita, zenius, quipper scholl dan lain lain. Semuanya sangat membantu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) mandiri.
    Saat ditanya terkait penghapusan ujian nasional. Noor Tamami menjelaskan bahwa ujian nasional ditiadakan.

    "Ke depan, kalau situasi (akibat Covid-19) sudah tertata kami akan melakukan rapat koordinasi dengan semua kepala sekolah untuk membahas masalah ini," ujar Kadindikpora Kabupaten Banjarnegara. (kaenews.com)

    Monday, March 30, 2020

    Warga Ramai-ramai Lakukan Lockdown Mandiri

    Warga berjaga-jaga di pintu masuk utama
    BANJARNEGARA : Warga desa Blambangan kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara sejak minggu 29 maret 2020 sepakat melakukan Lokcdown mandiri, akses jalan menuju desa Blambangan kini telah ditutup dan hanya melalui satu pintu. 

    Setiap warga atau tamu yang akan memasuki desa blambangan wajib melalui satu pintu yang berada di Patung Sapi, warga telah menyiapkan cairan disinfektan, dengan memanfaatkan kipas angin besar yang merupakan pinjaman dari warga setempat yang digunakan untuk menyemprotkan disinfektan kepada setiap warga atau tamu yang datang. sejumlah ketua RT berjaga-jaga di pintu masuk utama dan mengarahkan warga untuk berhenti supaya kena cairan disinfektan. menurut salah satu RT yang berjaga, ada 42 RT di desa blambangan dan saat ini akses menuju desa tersebut telah ditutup kecuali jalan utama, semua biaya yang timbul seperti pembelian disinfektan, makser serta bambu untuk penutupan jalan semua dilakukan secara mandiri.

    Dalam sehari semalam warga menghabiskan sekitar 60 liter disinfektan, tujuan dilakukanya penutupan jalan yakni warga ingin mempersempit akses masuk ke desa blambangan untuk mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19) penutupan jalan ini dilakukan atas kesepakatn warga namun penutupan ini masih fleksibel karena warga masih bisa keluar masuk ke desa blambangan. dan meski belum ada instruksi dari pemerintah baik pusat maupun kabupaten namun ini bentuk respon cepat warga desa blambangan untuk mencegah meluasanya wabah Corona yang semakin hari terus bertambah jumlah korbannya. dan tentunya warga telah berkoordinasi dengan pihak Desa setempat untuk melakukan penutupan akses masuk disejumlah titik di desa Blambangan. (kris,kaenews.com)

    Sunday, March 29, 2020

    Desa Karangnangka Bentuk Relawan Desa Lawan Covid 19



    BANYUMAS- Penetapan Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng sebagai wilayah KLB terhadap pandemi virus corona, menjadikan warga sempat panik dan khawatir.  Apalagi sempat
    ada salah satu warga yang berdomisili di Jakarta meninggal akibat terinfeksi virus corona.

    Meski sempat membuat warga khawatir dan was-was, namun  warga justru kini bangkit dan kompak melakukan antisipasi pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Kepala Desa
    Karangnangka H Soenarto SE., MM mengungkapkan, sejak tanggal 19 Maret warga sudah melakukan berbagai upaya, baik social distancing, himbauan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga
    penyemprotan lingkungan. Namun upaya tersebut menurutnya perlu ditingkatkan lagi menjadi sebuah gerakan yang solid di masyarakat.

    Menurutnya, tidak dipungkiri adanya potensi konflik horisontal ketika jenazah yang diantar dari Jakarta ternyata  positif corona, namun hal tersebut bisa diatasi dengan baik.  Mengingat pandemi
    virus corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan, maka perlu dilakukan penanganan yang terkordinasi, terarah, dan dengan melibatkan berbagai potensi yang ada di desa.

    Dari itu warga sepakat membentuk relawan desa lawan Covid 19. " Kami sudah melakukan rapat dengan mengundang berbagai unsur di desa, termasuk para pengurus RT, tokoh masyarakat,
    ulama, dan lainnya, warga setuju untuk dibuat relawan tersebut," terangnya.

    Wasis Wardhana selaku kordinator Relawan Desa Lawan Covid 19 mengungkapkan,  akibat pandemi ini kondisi desa mulai terdampak secara tatanan sosial, ekonomi dan adat sehingga justru
    mengaburkan fokus pencegahan covid-19. Hal itu  dikarenakan "gap" yang jauh antara terpaan informasi di media sosial maupun media secara umum yg begitu deras, tetapi tidak dibarengi
    knowledge.

    Kemudian warga Desa Karangnangka berinisiatif untuk membuat sebuah gerakan mandiri. Melalui upaya itu Desa Karangnangka diharapkan tetap stabil secara tatanan kehidupan sosial,
    keagamaan dan ekonomi.   Namun demikian tetap menerapkan standar protokol kesehatan yang tepat dalam rangka pencegahan  dengan mengedepankan nilai2 kearifan lokal dan potensi 2
    yang ada di desa.

    Salah satu pola gerakan yang dibangun misalnya, dibuat sistem manajemen informasi, hingga penerapan protokol pengawasan di desa, serta giat bersama dalam mencegah virus corona.

    " Kami membuat beberapa devisi yang mempunyai tugas masing-masing tetapi saling terkordinasi," terangnya.

    Devisi tersebut yakni Pusat data Covid 19 Desa. Dari pusat data tersebut nantinya terdapat clusterisasi data dasar yang ada di desa, seperti data clusterisasi warga per RT berdasar usia 50+, data
    pendatang, atau pemudik, data warga yang bekerja diluar rumah atau resiko tinggi, hingga data penerima BLT.

    Dari pusat data tersebut masih terdapat tim pengelola data harian yang terup date, sehingga bis amuncul dua kategori secara umum, pertama informasi kesehatan warga dan informasi interaksi
    sosial. " Dari data tersebut nanti terlihat status kesehatan warga, sehingga bisa menjadi rujukandalam penanganan sekaligus skala prioritas yang sesuai dengan kondisi warga," tambahnya.

    Devisi lainya yakni Tim Monitoring Harian warga, Tim Managemen Pengelolaan Donasi, Tim Produksi APD dan pencegahan lingkungan, Tim Informasi dan Edukasi,  Tim Mobilisasi Pasien
    Suspect , serta Tim Monitoring dan Evaluasi.

    Wasis menambahkan, terkait dengan himbauan larangan untuk mudik,  kami mendukung anjuran gubernur bahwa sebaiknya warga perantauan tidak mudik dahulu namun demikian kami tetap
    mempersiapkan protap seandainya tetap ada yg mudik pulang, harapannya ada saling memahami bahwa untuk saling menjaga.

    Mengantisipai warga yang mudik maka mulai saat ini desa juga memiliki data, misal jumlah sanak saudara diluar kota atau luar daerah yang berencana mudik. Hal itu dikomunikasikan dengan
    keluarga inti yang ada di desa. Sehingga muncul jumlah pasti dan perkiraan pendatang yang akan datang ke Desa Karangnangka.

    " Prinsipnya desa tidak melarang mudik, tetapi pendatang atau pemudik juga harus mematuhi protap kesehatan yag diterapkan," terangnya.

    Menurutnya pengelolaan data tersebut juga akan memudahkan kinerja para tenaga medis, mereka bis alangsung fokus melakukan pengecekan kesehatan secara tepat sasaran. Lebih dari itu
    informasi tentang orang dapal pengawasan ( ODP) juga bisa lebih akurat. prinsipnya data yang disuguhkan bisa menjadi acuan yang tepat dalam tindakan dan penangaan ODP.  " Ini yang
    dibutuhkan sehingga pencegahan ini bisa lebih solid terarah dan tidak sporadis," terangnya.

    Saat ini warga juga banyak memberikan sumbangsih, misal mulai dari gerakan membuat masker hingga pembuatan jamu yang diberikan kepada para petugas di kelurahan. Dengan melibatkan
    semua potensi yang ada maka semua bisa memberi sumbangsing dan terlibat secara aktif. Dengan demikian dalam menghadapi pandemi Covid 19 ini tidak hanya saling menyalahkan antar
    pihak, tetapi justru saling mendukung dan saling bekerjasama dengan baik. (kaenews.com)

    Friday, March 27, 2020

    Tangkal Corona, Sejumlah Kampung Ramai-Ramai Lockdown

    Warga berjaga di pintu masuk utama
    BANJARNEGARA: Meski pemerintah pusat belum mengeluarkan kebijakan untuk lockdown di tengah pandemi Corona (Covid-19), namun dusun-dusun yang ada di Kabupaten Banjarnegara justru sudah menerapkan kebijakan lockdown. Sebelumnya, Desa Purwanegara Kabupaten Banjarnegara sejak 26 Maret 2020 telah melakukan antisipasi penyebaran Virus Corona dengan mengeluarkan kebijakan lockdown meski tidak secara total, namun kebijakan yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh kepala desa setempat sebagai bentuk respon cepat pencegahan penularan Covid-19 dengan cara menutup akses masuk bagi tamu atau pendatang dengan hanya membuka jalan satu pintu dengan pemeriksaan yang cukup ketat dirasa perlu dilakukan. Apalagi sejumlah perantau juga sudah mulai pulang ke kampung halamannya.
    Warga Desa Danaraja lakukan penyemprotan disinfektan

    Hal serupa juga dilakukan warga RW 7 Kadus 4 Desa Danaraja, sejak 27 Maret warga telah menyepakati diberlakukan lockdwon. Menurut Lahudin, kepala dusun setempat, lockdwon yang diberlakukan tidak seperti yang terjadi di Italia atau di Filipina, menurutnya warga masih  bisa keluar masuk dusun tentu dengan prosedur keamanan yang sudah diterapkan oleh masing-masing dusun.

    Sementara dari pantauan kaenews.com sejumlah warga berjaga-jaga di pintu masuk dan warga menutup pintu masuk dengan bambu. Selain itu, sejumlah warga melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat vital, seperti masjid, poskamling, sarana olahraga, dll. Saat ini baru satu RW yang diberlakukan lockdwon namun tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan lockdwon oleh Kadus lain, Jelas Lahudin kepada kaenews.com (Kris, www.kaenews.com)  

    Bupati Budhi Sarwono Kembali Pompa Semangat Jajaran Medis RSUD


    Banjarnegara - Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, kembali menggembleng semangat dan mental jajaran paramedis di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, Jumat (27/3/2020).

    Dalam briefing karyawan di ruang terbatas itu, Bupati menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang tinggi tenaga medis RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, khususnya dalam menghadapi wabah Covid-19 yang tengah merebak di seluruh penjuru dunia.

    "Atas nama pribadi dan kepala daerah kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian Saudara-Saudara semua. In Syaa Allah menjadi pahala, dan hanya Allah yang akan membalas kebaikan Saudara," kata Bupati.

    Bagi-Bagi Masker Untuk Masyarakat

    Jum'at, 27 Maret 2020, sekitar pukul 09.00 WIB, Komunitas yang mengatasnamakan dirinya Komunitas Ambyar Banjarnegara, menggelar aksi sosial bagi-bagi MASKER untuk masyarakat, di tengah wabah pendemik Corona. Kegiatan dimulai dari halaman Polres Banjarnegara, berjalan menuju area stadion, dilanjutkan ke pasar induk Banjarnegara, Gayam, RSUD, Perempatan Buntil, Selomanik dan berakhir di area Balai Budaya Banjarnegara.

    "Ini adalah kegiatan yang kami rancang secara spontan, demi membantu pemerintah dalam hal peran serta penanggulangan Covid-19 di Banjarnegara", tegas Bu Umi selaku koordinator kegiatan dari Komunitas Ambyar.

    "Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan bisa menginspirasi bagi para ormas dan komunitas lain, agar dapat melakukan hal yang sama. Sebab pendemik Corona ini tidak mungkin hanya bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Butuh kerjasama yang berkesinambungan dengan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali". Kata Bung Safri, salah satu anggota komunitas Ambyar ketika dijumpai oleh awak media.

    Komunitas Ambyar, saat sampai di Polres Banjarnegara

    Komunitas Ambyar membagikan kurang lebih 1.500 masker gratis untuk masyarakat, hasil dari iuran anggota komunitas dan donatur. Mbak Wiwit selaku pentolan komunitas Ambyar menegaskan bahwa "Saat ini kami turun ke jalan untuk membantu membagikan masker gratis untuk masyarakat, setelah ini, kami tetap tinggal di rumah. Karenanya, pada khalayak masyarakat, mohon taati aturan pemerintah, agar tetap tinggal di rumah dan jaga jarak, serta cuci tangan selalu demi menjaga kesehatan kita dari serangan virus Corona". Tegasnya dengan penuh berapi-api ketika dijumpai oleh awak media dari kaenews.com

    LIHAT GALLERY FOTO KEGIATAN KOMUNITAS INI, DISINI !

    Banjarnegara
    Whonesia  

    Thursday, March 26, 2020

    Cegah Covid-19, Pemerintah Desa Purwanegara Perketat Tamu

    Warga Desa Purwanegara perketat tamu yang masuk
    BANJARNEGARA: Guna mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Purwanegara mengeluarkan kebijakan dan keputusan yang telah ditandatangani oleh Kepala Desa setempat.

    Kepala Desa Purwanegara Dr. Rendra Sabita Noris, S.H., M.Kn, saat dihubungi kaenews.com menjelaskan, Pemerintah Desa Purwanegara membuat posko tanggap Corona yang ditempatkan di pasar induk Purwanegara. Selain itu, di masing-masing Pos Kamling disediakan tempat cuci tangan dan kran air.

    Pemerintah Desa Purwanegara juga melarang warga pendatang dan warga desa Purwanegara yang akan pulang ke desa Purwanegara terhitung sejak tanggal 26 Maret 2020 hingga empat belas hari kedepan. Termasuk di dalamnya adalah sales, bank harian/koperasi, dll. Rendra juga menambahkan warga Purwanegara yang terlanjur pulang harus melalui pintu utama untuk pemeriksaan kesehatan. Dalam memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19 pemerintah desa telah menutup akses jalan di 31 RT se-desa Purwanegara dan hanya melalui satu pintu utama. 

    Sementara terkait pelayanan administrasi masyarakat, pemerintah desa Purwanegara berpindah tempat di posko tanggap darurat Corona di pasar induk Purwanegara sejak 26 Maret 2020 hingga empat belas hari ke depan. Bagi warga desa Purwanegara yang akan mengurus administrasi kependudukan dianjurkan untuk datang ke posko induk.

    Dengan terus bertambahnya korban akibat Covid-19 ini tentu harus diambil langkah-langkah kongkrit. Pemerintah desa Purwanegara juga telah melarang warganya untuk bepergian, dan menghimbau warganya untuk tidak melakukan kegiatan yang bersifat mengumpulkan masa, serta jika ada warga yang mengalami gangguan kesehatan dihimbau untuk segera melapor ke RT dan kepala Dusun.

    Sementara data terakhir perantau yang kembali pulang lebih awal ke Desa Purwanegara ada sekitar 40 orang dan saat ini terus dipantau kesehatannya. (Kris, www.kaenews.com)

    Corona Merebak, MUI Banjarnegara Keluarkan Maklumat

    Masjid Al-Munawwaroh Banjarnegara
    Banjarnegara : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banjarnegara mengeluarkan Maklumat terkait merebaknya Virus Corona, Maklumat dengan nomor 08/DP-K.1/B-16/III/2020 tentang pedoman penyelenggaraan ibadah dalam situasi darurat Covid-19 di kabupaten Banjarnegara.

    Maklumat dikeluarkan berdasarkan hasil rapat harian dengan komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia kabupaten Banjarnegara bersama Ketua Pengurus Cabang Syarikat Islam banjarnegara, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banjarnegara pada tanggal 26 maret 2020, guna menindaklanjuti  Fatwa MUI pusat No. 14 Tahun 2020 dan Tausiyah MUI Jawa Tengah tentang penyelenggaraan ibadah di Masjid dalam situasi darurat Covid-19 tanggal 24 maret 2020.

    MUI Banjarnegara menimbang, bahwa kondisi masyarakat Indonesia khususnya jawa Tengah saat ini semakin genting dalam perkembangan menghadapi merebaknya wabah Virus Corona, termasuk di kabupaten Banjarnegara maka untuk memenuhi kebutuhan informasi dan bimbingan masyarakat, MUI Kabupaten Banjarnegara menyampaikan Maklumat.

    1. Bagi Takmir Masjid, para kiya'i, Ustad serta umat islam di wilayah kabupaten Banjarnegara, 
        Khususnya pada daerah-daerah yang menjadi lintasan/persinggahan pendatang dari luar daerah dan
        atau pemudik dari luar kota, dan yang disinyalir membawa kemadzaratan jika menyelenggarakan 
       sholat jum'at, agar mengganti Ibadah shalat jum'at dengan ibadah shalat dhuhur di rumah masing-
       masing. https://www.kaenews.com/2020/03/corona-merebak-mui-banjarnegara.html batas waktu yang aman, yang dinyatakan oleh pihak berwenang (pemerintah)

    2. Bagi Takmir Masjid yang tidak menyelenggarakan sholat jum'at/shalat Rawatib tetap             mengumandangkan Adzan dengan mengganti saat membaca lafadz Hayya'alash shalah 2x dengan lafadz Alla sholluu fii buyuutikum 2x.

    3. Bagi Takmir Masjid yang berijtihad sendiri bahwa aspek kesehatan dan keselamatan terpenuhi  (kondisi aman dan tidak ada indikasi kemadharatan terpapar Covid-19) di lingkungan tersebut, dapat menyelenggarakan ibadah sholat jum'at dan sholat Rawatib di Masjid dengan protokoler kesehatan dan keselamatan yang ketat harus di patuhi, serta dengan pertimbangan, Khutbah disampaikan secara singkat padat ( memenuhi syarat dan rukun khutbah), tidak berjabat tangan selesai sholat dan setelah selesai Jum'at bergegas kembali kerumah masing-masing untuk melaksanakan sholat sunah dirumah. disekitar masjid diupayakan disediakan Hand sanitizer, sabun cair dan sarana penunjang lainya.

       Maklumat MUI Kabupaten Banjarnegara yang ditanda tangani oleh Ketua MUI Banjarnegara 
    K.H M Fahmi Hisyam, S.Ag telah beredar di kalangan Takmir Masjid dan Mushola se- Kabupaten Banjarnegara. berdasarkan surat edaran tersebut sejumlah Masjid dan Mushola telah menginstruksikan kepada para Jama'ahnya. di komplek masjid Al-Munawwaroh banjarnegara takmir Masjid telah mengumumkan melalui pengeras suara bahwa untuk Sholat Jum'at tanggal 27 maret 2020 ditiadakan. guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 pada hari jum'at Takmir Masjid Al-Munawwaroh akan mengadakan bersih-bersih Komplek Masjid Al-Munawwaroh serta menghimbau kepada jam'ah untuk membawa sajadah sendiri-sendiri.

       Sementara Pengurus Masjid Al-Munawwaroh Banjarnegara akan mematuhi aturan dari pemerintah, menurutnya bukan berarti meniadakan Ibadah namun semata-mata untuk kepentingan Himayah, memberikan perlindungan agar tidak menular kepada yang lain. (kaenews.com)

    Wednesday, March 25, 2020

    Upaya Pembelajaran Daring Dua Keluarga, Demi Sang Buah Hati


    BANJARNEGARA: Kebijakan  pemerintah yang mengatur agar siswanya belajar dari rumah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Karena pembelajaran dilaksanakan berbasis online, maka para siswa mau tidak mau harus mengikuti kebijakan yang ada. Bagi sebagian orangtua, internet menjadi fasilitas utama yang diberikan pada anak-anaknya. Sehingga anak-anak dengan mudah mengakses pembelajaran secara online dari rumah.

    Namun, ternyata tidak semua siswa dan orangtua yang merasakan fasilitas yang sama. Masih banyak orangtua yang berupaya dengan susah payah mengusahakan fasilitas kuota internet untuk anaknya. Marsini, seorang warga Kecamatan Bawang, menyebutkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan internet anaknya, ia harus menyisihkan 50.000 rupiah setiap minggunya. Hal ini dirasa berat karena suaminya yang bermata pencaharian sebagai pekerja bangunan tidak setiap hari bekerja dan memperoleh pendapatan. Ia juga menyebutkan bahwa dalam satu keluarga hanya ada satu buah handphone yang digunakan secara bergantian. Bagaimanapun, demi pendidikan putrinya, ia rela lebih menghemat pengeluarannya lagi.

    Berbeda dengan Ika, warga Kecamatan Banjarnegara, justru menyambut baik pembelajaran online untuk anaknya. Ia tak merasa keberatan karena fasilitas wifi sudah terpasang di rumahnya. Sehingga putrinya tak lagi harus membeli kuota internet di luar rumah. Pengusaha salon ini merasa tak lagi repot dengan antar jemput sekolah anaknya, karena kebijakan pemerintah untuk belajar di rumah saja.

    Pembelajaran secara daring memang menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam mewaspadai dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama melawan penyebaran virus tersebut. Tetap tinggal di rumah selama masa darurat yang diinformasikan oleh pemerintah menjadi salah satu dukungan masyarakat terhadap upaya pemerintah menekan penyebaran Covid-19. (Kris, www.kaenews.com)

    Pemerintah Desa Bantar, Alokasikan DD Untuk Tanggap Darurat

    PemDes Lakukan Penyemprotan Disinfektan
    BANJARNEGARA: Pemerintah Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk tanggap darurat. Ini menjadi bukti respon cepat pemerintah desa menangani mewabahnya virus Corona hingga tingkat desa. Dana dialokasikan untuk tanggap darurat bencana virus Corona sebesar 10 juta rupiah, menurut Kepala Desa Bantar, Eko Purwanto, saat dihubungi kaenews.com, dana tersebut digunakan untuk keperluan penanganan pencegahan penyebaran virus Corona. Dana tersebut diambil dari dana penanggulangan bencana. Pemerintah Desa Bantar bersama Destana dibantu masyarakat serta relawan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat vital, seperti masjid, mushola, dan tempat umum lainya. Menurut Eko, masyarakat yang tinggal di pedesaan kini harus waspada karena virus Corona yang terpusat di perkotaan bisa menyebar ke desa, karena ibu kota yang kini jadi episentrum penyebaran virus Corona disesaki warga perantauan.

    Perantau Asal Desa Bantar Mulai Mudik
    Sementara puluhan warga desa Bantar yang merantau di Jakarta kini sudah mulai berangsur pulang, karena tempat kerja sudah mulai diliburkan. Datangnya para perantau kembali ke desanya tentu telah diantisipasi oleh pemerintah desa dengan mensterilkan tempat-tempat publik dari paparan kuman. Pemerintah desa Bantar menghimbau kepada para perantau yang hendak pulang ke desanya untuk memeriksakan diri ke posko yang sudah disediakan oleh pemerintah. (Kris, www.kaenews.com)

    Tuesday, March 24, 2020

    Cegah Covid-19 Warga Kutawuluh Lakukan Penyemprotan Mandiri

    Warga Kutawuluh lakukan penyemprotan 
    BANAJARNEGARA : Ditengah mewabahnya Virus Corona yang melanda dunia, termasuk Indonesia sat ini, masyarakat dihimbau untuk melakukan perlindungan diri dari pencegahan agar tak tertular Virus Corona. salah satunya dengan cara menjaga kebersihan diri lingkungan tempat tinggal.

    Seperti halnya warga desa Kutawuluh Rt 02 Rw 03 kecamatan purwanegara kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengh, Puluhan warga membersihkan lingkungan ditempat tinggalnya, seperti melakukan penyemprotan rumah, tempat ibadah, pos kamling dan tempat umum lainya yang sering bersentuhan dengan warga. Djarkasi salah satu warga saat dihubungi kaenews.com menjelaskan, semenjak wabah Virus Corona memasuki Indonesia dirinya bersama warga melakukan antisipasi pencegahan penyakit menular ini dengan cara menyemprotkan disinfektan, kami lakukan secara mandiri bersama warga disekitar kami tinggal, bahkan warga juga membuat disinfektan sendiri dengan menggunakan larutan pemutih pakaian, karena dianggap lebih murah dan gampang dibuat.

    Monday, March 23, 2020

    Cegah Penyebaran Virus Corona, Perangkat Desa Bekerja Dari Rumah

    BANJARNEGARA: Berbagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, termasuk memerintahkan perangkat desa untuk bekerja dari rumah guna mencegah penyebaran virus mematikan ini. Camat Punggelan, Andri Mukti Sasongko, menerbitkan edaran untuk Kades se-Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah.

    Bupati: Turunkan Corona Hanya Kepadaku, Jangan Rakyatku

    BANJARNEGARA - "Ya Allah, jangan kau turunkan penyakit Corona kepada rakyatku. Turunkan saja penyakit itu kepadaku seorang saja," pernyataan ini diungkapkan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, saat penyaluran bantuan suplemen, minuman sehat serta masker kepada pihak Rumah Sakit Islam Banjarnegara, Senin (23/3).

    Budhi menyatakan, pernyataan tersebut merupakan doanya setiap bermunajat terhadap Allah SWT. Ia tak ingin rakyat yang dipimpinnya menderita oleh Corona apalagi sampai ada kematian. 

    Sunday, March 22, 2020

    Hipnoterapi: Cara Ampuh Sehatkan Mental


    Di era dimana tuntutan pekerjaan dan penghidupan yang layak semakin tinggi ini, manusia dihadapkan pada bermacam tekanan dan kondisi yang menuntut berpikir keras pula. Manusia menjadi lebih bahagia jika permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan satu persatu. Namun sebaliknya, tidak demikian jika permasalahan yang dihadapi tak kunjung selesai. Manusia akan mengalami ketidaksehatan mental yang mengakibatkan tidak terselesaikannya pekerjaan dan tanggung jawab sosialnya.

    Rumah Hipno hadir untuk mengurai permasalahan sehari-hari manusia. Jika Anda merasakan gejala tidak sehat mental seperti kecemasan, phobia, trauma, stres karena pekerjaan, atau masalah keluarga, konsultasikan dengan Rumah Hipno. Di Rumah Hipno, Anda akan diajak masuk dalam kondisi relaks atau kondisi hipnosis yang disebut dengan Hipnoterapi. Pada kondisi hipnosis seseorang menjadi mudah untuk mengevaluasi sebuah peristiwa yang menyakitkan karena ia dalam kondisi relaks. Ia juga mudah menerima dan menyerap sugesti dan pembelajaran baru dengan catatan hal itu sesuai dengan nilai hidup dan keyakinan yang ia pegang.

    Korban Meninggal Dunia Akibat Virus Corona Di Indonesia Capai 48 orang


    Dilansir dari CNN Indonesia pada 22 Maret 2020 Jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona di indonesia mencapai 514 orang, menurut juru bicara pemerintah Achmad Yurianto sa'at Konferensi Pers di Jakarta, jumlah pasien positif corona bertambah 64 orang pada minggu 22 maret 2020, sehingga total pasien Corona menjadi 514 orang yang dinyatakan positif terjangkit Vius Corona.

    sedangkan jumlah korban meninggal dunia dan sembuh juga bertambah.korban meninggal dunia bertambah menjadi 10 orang, dengan total mencapai 48 orang. sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 9 orang menjadi 29 orang. dalam perjalanan penyakitnya, korban yang meninggal bertambah 10 orang menjadi 48 orang. jumlah ini dibandingkan dengan jumlah pasien Covid-19 pada sabtu (21/3) pada sabtu, jumlah total terinfeksi mencapai 450 orang, 38 meninggal dunia dan 20 orang sembuh.

    kasus positif Corona per sabtu (21/3) antara lain berada di DKI (267) Jawa Barat (55) Banten (43) Jawa Timur (26) Jawa Tengah (14) Kalimantan Timur (9) kemudian DIY (3) Kepulauan Riau (4) Bali (3) Sulawesi Tenggara (3) Sulawesi Selatan (2) Sulawasi Utara (2) Kalimantan Barat (2) Kalimantan Tengah (2) Sumatra Utara (2) Sulawesi Selatan (2) Lampung (1) Riau (1)

    Kasus kematian paling banyak terjadi di DKI jakarta yakni Total mencapai 23 orang, Bali 1 orang, Jawa Barat 3 orang, Banten 2 orang Jawa Timur 1 orang dan Sumatra Utara 1 orang. ( sumber www.cnnindonesia.com)

    Saturday, March 21, 2020

    Antisipasi Mewabahnya Virus Corona, RSI Banjarnegara Bangun Ruang Isolasi

    BANJARNEGARA: Meski bukan termasuk Rumah Sakit rujukan suspect Corona namun Rumah Sakit Islam Banjarnegara kini tengah membangun empat ruang isolasi guna mengantisipasi mewabahnya Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

    Direktur Rumah Sakit Islam Banjarnegara, dr. Agus Ujianto, M.Si., Med, Sp.B menjelaskan pembanguan ruang isolasi harus dipercepat.

    Thursday, March 19, 2020

    Kawasan Wisata Dieng Banjarnegara Ditutup Sementara

    BANJARNEGARA: Sejak merebaknya Virus Corona, kawasan wisata Dieng Banjarnegara ditutup sementara sejak 17 Maret hingga 29 Maret 2020 mendatang. Berdasarkan surat dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah No. 1300/F7.4/TU/2020 tertanggal 15 Maret 2020 perihal pencegahan Virus Corona dan berdasarkan surat Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah No. 556/908 tanggal 17 Maret 2020 perihal penutupan

    Dampak Corona Virus, Biro Wisata Merugi

    BANJARNEGARA: Penyebaran Virus Corona yang telah memasuki Indonesia berdampak pada sektor usaha biro perjalanan wisata, salah satu yang terdampak yakni biro perjalanan wisata Citra Perkasa Tour yang berkantor di Bawang, Banjarnegara. Kini biro perjalanan ini telah membatalkan agenda perjalanan wisata domestik sebanyak sembilan perjalanan pada bulan Maret dengan berbagai tujuan meskipun DP pemesanan bus, hotel dan restoran telah dibayarkan oleh pihak biro. Selain itu, di bulan April sebanyak tujuh kunjungan wisata dibatalkan hingga batas waktu yang belum ditentukan, menurutnya penurunan kunjungan wisata akibat wabah Corona mencapai 90%. Akibat kejadian wabah Virus Corona, kerugian yang ditanggung biro perjalanan wisata ini mencapai puluhan juta rupiah. Menurut Deka, salah satu pelaku usaha di bidang wisata untuk bulan Maret sebenarnya puncak dari wisatawan berkunjung ke obyek wisata baik domestik maupun manca negara. Namun akibat wabah Corona, semua perjalanan dibatalkan. 

    Masih menurut Deka, DP yang telah dibayarkan terpaksa belum bisa diambil, dan akan dialihkan ke perjalanan wisata berikutnya. Hal serupa juga dialami oleh biro perjalanan wisata lain juga. Mereka memilih menunggu perkembangan dan berita baik dari pemerintah mengenai wabah Virus Corona.(Kris, kaenews.com)


    Wednesday, March 18, 2020

    K.H Anwar Zahid: Semoga yang Hadir di Sini Bebas dari Corona

    BANJARNEGARA: Pemerintah Desa Leksana, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Rabu siang, 18 Maret 2020 mengadakan Pengajian Akbar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

    Bertempat di lapangan SMA Negeri 1 Karangkobar kegiatan ini dilaksanakan dengan pembicara K.H Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur. Ketua panitia, Ahmad Pramudianto, mengajak seluruh yang hadir dalam acara pengajian Akbar untuk mengikuti dan mendengarkan tausiah dari K.H Anwar Zahid. Dalam kesempatan itu juga ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Pengajian Akbar dengan pembicara K.H Anwar Zahid baru dimulai pukul 11.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Kyai asal Bojonegoro juga mendoakan kepada seluruh yang hadir semoga terhindar dari Virus Corona. Seperti kita ketahui, Virus Corona menjadi hot issue dalam satu pekan terakhir wabah penyakit ini telah masuk ke wilayah Indonesia, sehingga panitia penyelenggara pengajian ini juga menyediakan galon berisi air bersih lengkap dengan sabun, dan warga yang hadir di acara pengajian ini diminta untuk terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan sabun guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

    Tuesday, March 17, 2020

    Desa Petir Gelar Pelatihan Destana



    BANJARNEGARA: Guna mengantisipasi kemungkinan Bencana yang terjadi di wilayah Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Selasa siang, 17 Maret 2020 menggelar Pelatihan Desa Tangguh Bencana. Bertempat di balai desa Petir pelatihan ini berlangsung.

    Sekitar 30 peserta hadir pada acara ini dengan pengisi materi dari BPBD yang memberikan materi kebijakan penanggulangan bencana, dan PMI dengan materi penyadaran masyarakat dan manajemen pengelola bencana sementara.

    Monday, March 16, 2020

    Hot Issue Covid-19 Berimbas Pada Kuliah Online di Banjarnegara


    BANJARNEGARA: Kegiatan pembelajaran di STIE TAMBARA mulai dilakukan secara online sejak 16 hingga 29 Maret 2020. Para mahasiswa akan merubah kegiatan tatap muka dengan para dosen dengan cara online. Tidak hanya pembelajaran saja, namun kegiatan pembimbingan skripsi juga diberlakukan hal yang sama. Penugasan mahasiswa akan dilaksanakan melalui Google Classroom, Edmodo, ataupun platform lain yang disepakati dosen dan mahasiswa. Sedangkan perkuliahan dapat dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Cisco Webex Meeting.

    Harga Gula Pasir Melonjak, Pemkab Belum Berencana Lakukan Operasi Pasar

    Banjarnegara: Melonjaknya harga gula pasir di pasaran belum membuat pemerintah Kabupaten Banjarnegara lakukan operasi pasar. Kepala Bidang Perdagangan Dinperindagkop Banjarnegara, Haryanto Agus menjelaskan, operasi pasar belum perlu mengingat masih ada barang substitusi di luar gula pasir yang bisa digunakan masyarakat untuk pemanis, seperti gula jawa, gula tepung dan gula batu.

    Menurut Agus, harga gula pasir naik sekitar 28%, dengan harga eceran Pemerintah 12.500 dan harga di pasaran kisaran 15.000-18.000.

    Ngaji Bareng K.H Anwar Zahid di lapangan SMA Negeri 1 Karangkobar

    Banjarnegara  : Panitia Peringatan Isro' mi'roj desa leksana kecamatan karangkobar kabupaten banjarnegara akan menggelar pengajian akbar pada rabu mendatang 18 Maret 2020. Bertempat di lapangan SMA Negeri 1 Karangkobar pengajian ini akan di laksanakan dimulai dari jam 9.00 Wib. ketua panitia Ahmad Pramudianto sa'at dihubungi kaenews.com menjelaskan, panitia akan mengundang pembicara dari Bojonegoro Jawa timur yakni Kyai Haji Anwar Zahid, Selain itu juga pihaknya telah menggandeng sejumlah pihak guna terselenggaranya acara pengajian akbar rabu mendatang selain menggandeng lintas sektor seperti Camat, Kapolsek, Danramil panitia juga meminta bantuan Komunikasi RAPI Wilayah karangkobar guna ikut berperan memberikan Informasi sa'at kegiatan berlangsung. Ahmad menambahkan pengajian ini juga rencana akan disiarkan secara live melalui Channel YouTube KAE PRODUCTION INTERMEDIA sehingga bagi yang berhalangan hadir atau berada diluar daerah akan tetap bisa mengikuti pengajian melalui Channel YouTube, semoga dilancarakan Acara pengajian Akbar ini, Pungkasnya. (kris.kaenews.com)

    Saturday, March 14, 2020

    Masih Aman Dari Virus Corona, Sekolah di Banjarnegara Belum Diliburkan

    Banjarnegara: Usai dua pasien Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi Solo, terinfeksi Virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung bertindak cepat. Terbaru, Pemprov Jawa Tengah akan meliburkan seluruh sekolah di Jawa Tengah selama dua pekan.

    Keputusan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai menggelar rapat terbatas bersama Forum Pimpinan Kepala Daerah. Terhitung Senin, 16 Maret 2020 semua aktivitas belajar mengajar di Jawa Tengah diliburkan. Ganjar menjelaskan, kegiatan belajar mengajar yang akan dihentikan mencakup seluruh jenjang pendidikan formal. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Untuk SMA dan SMK yang tengah menggelar ujian tetap berjalan namun penetapan masa libur tersebut bisa saja berubah tergantung pada perkembangan situasi.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara, Drs. Noor Tamami saat dihubungi kaenews.com terkait dengan keputusan Gubernur Jawa tengah menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, untuk Banjarnegara dinyatakan masih aman sehingga proses belajar-mengajar untuk PAUD, TK, SD dan SMP hari Senin masih masuk seperti biasa tentu sambil memantau perkembangan di lapangan, jelas Noor Tamami saat dihubungi via ponsel. (Kris, www.kaenews.com)

    Dari Redaksi: Hoax Ganggu Stabilitas dan Keamanan Bangsa

    Media Sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Namun sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan berita negatif.

    Biasanya jelang tahun pemilu, media sosial banyak digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan isu, dan jika hal ini dibiarkan tentu sangat mengganggu stabilitas dan keamanan bangsa. Menyadari hal tersebut tentu kami dari redaksi kaenews.com mengajak seluruh lapisan masyarakat agar lebih cerdas menggunakan media sosial, tentu dengan cara saring sebelum sharing. Artinya pengguna media sosial harus berhati-hati ketika menerima informasi baik dari grup WhatsApp, atau media sosial lainya seperti IG, FB, dan sejenisnya. Hal ini penting karena kita harus tahu sumbernya, asal-usul berita tersebut. Jika sumber berita tersebut dari media resmi baik cetak maupun elektronik tentu akan mudah dipertanggungjawabkan, karena para pencari berita tentu sudah menggali informasi secara mendalam dari sumber yang dipercaya, namun jika sumber infomasi tidak jelas tentu kita sebagai pengguna media sosial harus menyaring dulu dan jangan terburu-buru menyebar informasi yang belum jelas sumbernya.

    Tentu dalam hal ini pemerintah tidak tinggal diam juga terus berupaya untuk mengurangi penyebaran Hoax atau berita palsu dengan cara menyusun undang-undang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negatif. Lebih dari 800.000 situs yang berkonten negatif sejak tahun 2015 telah diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) termasuk yang berisi hoax. Selain itu pemerintah juga terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital guna mencegah bahaya hoax.

    Kita harapkan kepada penegak hukum untuk bisa memberikan efek jera kepada pelaku penyebar berita hoax, karena secara moral saja tentu tidak cukup. Karena itu harus ada langkah kongkrit untuk menjerat pelaku hingga hukuman penjara. Masyarakat sudah sangat familiar dengan gadget dan lebih mudah menyerap informasi dibanding dengan mendengarkan penyuluhan, setiap informasi berpotensi mengandung sebagian kebenaran dan kesalahan Oleh sebab itu, penting bagi penerima berita atau informasi melakukan klarifikasi.

    Dengan adanya banyaknya penyebaran berita bohong tentu tidak lepas dari rendahnya literasi bermedia sosial, mari kita jadi penerang untuk masyarakat dengan turut menangkal berita bohong atau Hoax. (penulis Kristiawanto Pemred kaenews.com)

    Polsek Mandiraja Ajak Masyarakat Hidup Bersih

    Polsek Mandiraja lakukan kerjabakti
    Banjarnegara : Coronavirus telah menyerang ribuan orang diberbagai negara dan menelan ratusan korban jiwa, penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019(2019-nCoV), penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory syndrome (SARS) dan middle-East respiratory syndrome(MERS)
      Wabah ini juga telah masuk ke indonesia dengan terjadinya beberapa kasus tentu membuat semua pihak untuk lebih menjaga kebersihan dilingkungan masing-masing, hal ini juga dilakukan oleh jajaran kepolisian Polres Banjarnegara termasuk Polsek Mandiraja bersama Puskesmas Mandiraja 1 pada sabtu pagi (14/3/2020) mengadakan sosialisasi pencegahan dan penyebaran Viruscorona kepada masyarakat diwilayahnya. Kapolsek Mandiraja AKP T.S Margo Yuwono, S.H,. MM menjelaskan seluruh anggota setelah melaksanakan apel pagi kemudian dilanjutkan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penyebaran virus corona (covid 19) kepada masyarakat. Polsek bersama karyawan Puskesmas Mandiraja 1 yang dipimpin langsung kepala UPTD Pukesmas Mandiraja 1 Nuruddin AG, SKM,. M.Kes membersihkan sampah yang berserakan disekitar pasar mandiraja dan di desa Mandiraja kulon. Menurut Nuruddin kegiatan sosialisasi seputar Covid-19 sudah dilakukan untuk lintas sektor yang diikuti camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa dan ketua PKK se wilayah Puskesmas Mandiraja 1.(kris.kaenews.com)
      

    Friday, March 13, 2020

    Tekan kematian Ibu dan Bayi dengan Save Bunda


     BANJARNEGARA : Angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKB) di Banjarnegara menjadi masalah serius dan mendesak untuk ditangani. AKI dan AKB merupakan salah satu indikator dalam perhitungan derajat kesehatan masyarakat.
        Dengan permasalahan yang ada Kepala UPTD Puskesmas Banjarmangu 1 Masfufatun Juni, SKM., M.Kes terketuk hatinya untuk membuat Inovasi pelayanan untuk menekan kematian ibu dan bayi. Dia membuat aplikasi SAVE Bunda yang merupakan upaya untuk memberikan pelayanan kepada ibu hamil untuk bersalin secara cepat, tepat dan mengurangi persalinan sendiri di rumah. Save Bunda adalah upaya menyelamatkan ibu hamil, yakni dengan stiker pengendali persalinan, Alarm telepon selular bidan desa dan voluntir atau pekerja sosial.
       Menurut Masfufatun, setiap ibu hamil mendapatkan stiker yang dipasang di buku kesehatan Ibu dan Anak (KIA) empat kali, yakni pada trisemester 1 dan 2 masing-masing satu kali dan dua kali pada trisemester ke tiga. stiker hijau untuk resiko kehamilan rendah, stiker kuning untuk kehamilan tinggi dan stiker merah untuk resiko kehmilan sangat tinggi.
        dijelaskan juga, untuk setiap bidan desa harus memprogram alarm di ponselnya tiga hari menjelang perkiraan lahir alarm di ponselnya. menurutnya tiga hari menjelang perkiraan hari lahir alarm harus berbunyi sebagai pengingat bidan desa untuk menghubungi dukun bayi, ketua PKK desa, perangkat desa dan kader bersama sama mengunjungi ibu hamil melakukan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.
      Diharapakan keterlibatan berbagai pihak ini ibu hamil tetap sehat dan mau melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, Ujarnya sa'at dihubungi di kantornya jum'at siang.
    dengan penerapan aplikasi di UPTD Puskesmas Banjarmangu 1 menjadikan semua ibu hamil terpantau.
       Penerapan sistem layanan ini mengantarkanya meraih Juara 1 lomba Ketelandanan Nasional pada tahun 2017 katagori tenaga kesehatan Masyarakat di jakarata pada tgl 13-19 agustus 2017 silam Masfufatun berhasil dalam persaingan ketat dengan 258 peserta dari 34 propinsi.selain itu juga mendapatkan penghargaan penulisan terbaik pertama tingkat nasional. (kris.kaenews.com)

    Thursday, March 12, 2020

    KORBAN LAKA AIR DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA

    Tim SAR Evakuasi Korban Laka Air
    BANJARNEGARA  : Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari akhirnya di hari ketiga korban hanyut di sungai serayu ditemukan Tim SAR gabungan pada jum'at 13 maret 2020 sekitar 09.45 Wib dalam keadaan meninggal dunia.
       Seperti diketahui korban atas nama Kisro Umur 35 tahun warga Desa Prigi Rt 01/03 kecamatan Sigaluh kabupaten Banjarnegara dinyatakan hilang sejak Rabu petang, menurut saksi yang sedang memancing ikan diseberang lokasi melihat korban mengapung, kemudian saksi bermaksud mencari bantuan kerumah warga namun sa'at kembali korban sudah tidak terlihat lagi dan hanya didapati sandal jepit serta alat pancing yang diduga milik korban. kemudian Tim SAR malam itu juga memantau lokasi dan belum melakukan pencarian karena cuaca yang kurang mendukung, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban hingga hari ketiga korban baru ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal korban terpeleset. Tim SAR gabungan yang teridiri dari BPBD Banjarnegara, BASARNAS, PMI, RAPI, POLSEK Sigaluh, KORAMIL Sigaluh, TAGANA, SARKAB, DESTANA, PEMDES Prigi, PEMDES Bandingan, SAR MTA, Banyu Wong, SAI. Dengan ditemukanya korban maka Operasi pencarian ditutup pada hari Jum'at (13/3/2020) pukul 10.22 dan korban diserahkan  kepihak Pemerintah Desa yang selanjutnya diantar kepihak keluarga untuk dimakamkan. (kris.kaenews.com)

    STIE TAMBARA GELAR SEMINAR NASIONAL EDUKASI KEBENCANAAN


    BANJARNEGARA : Kamis (12/3/20), STIE TAMBARA menggelar Seminar Nasional bertajuk “Manajemen Kebencanaan di Era 4.0”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian STIE TAMBARA sebagai kampus ekonomi terhadap banyaknya daerah rawan bencana di Jawa Tengah, khususnya di Banjarnegara. 

    Tiga orang pakar kebencanaan mengisi acara yakni Joko Fitra, S.Pd., M.Sc., M.M dari STIE Putra Bangsa Kebumen sebagai unsur akademisi, Andri Sulistyo, S.OR dari BPBD Banjarnegara sebagai unsur birokrasi dan praktisi, serta Dr. 

    Wednesday, March 11, 2020

    TIM SAR GABUNGAN KEMBALI SISIR LOKASI LAKA AIR

    Tim SAR Gabungan menyisir lokasi
    BANJARNEGARA  : Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, RAPI, BASARNAS, dan PIKAS kamis pagi 12 maret 2020 kembali menyisir lokasi terjadinya laka air dengan korban atas nama nisro warga Desa Prigi kecamatan Sigaluh yang diduga terpelesat pada rabu petang.

    Seperti diberitakan sebelumnya Tim SAR gabungan akan melakukan pencarian keseokan harinya, sebanyak 25 Personil gabungan  dikerahkan sejak pagi, dimulai dari titik nol terjadinya lokasi laka air yakni di Desa Prigi pencarian akan difokuskan hingga Pikas. Dengan menggunakan perahu karet Tim menyusuri sungai serayu, Tim SAR harus bekerja lebih hati-hati mengingat debit sungai serayu sa'at ini cukup deras. (kris.kaenews.com)

    DIDUGA TERPELESET PEMANCING HANYUT DI SUNGAI SERAYU

    Tim SAR Gabungan akan lanjutkan pencarian korban esok hari
    BANJARNEGARA  : Nisro warga Desa Prigi Rt 02 Rw 03 Kecamatan sigaluh dikabarkan hanyut di sungai Serayu pada hari Rabu 11 maret 2020.

    Dugaan sementara korban terpeleset dan hanyut sekitar pukul 18.00 Wib, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD, RAPI, TAGANA, TNI, POLRI dan masyarakat telah melakukan penyisiran dilokasi kejadian, dan hingga sa'at ini korban belum berhasil ditemukan. Kasatkom RAPI Wilayah 33 Banjarnegara Tejo Sumarno sa'at dihubungi kaenews.com membenarkan adanya laporan terjadinya laka air diwilayah kecamatan Sigaluh, namun karena kondisi cuaca yang tidak memungkinan pencarian akan dilanjutkan esok hari dengan menerjunkan Tim SAR gabungan.(kris. Kaenews.com)

    RUMAH STRATEGIS DI PUSAT KOTA BANJARNEGARA

    BANJARNEGARA : Memiliki rumah tentu impian bagi semua orang, karena rumah merupakan kebutuhan utama, rumah tempat kita berkumpul bersama keluarga, rumah tempat kita kembali stelah beraktifitas bahkan banyak pula rumah sebagai tempat bekerja. namun banyak pula yang terkendala keuangan ketika ingin memiliki rumah idaman, ketika keuangan terpenuhi terkadang lokasi rumah yang akan kita beli tidak sesaui dengan harapan, semisal lokasi yang jauh dari pusat keramaian, perkantoran, kesehatan dan faislitas umum lainya.

    Tuesday, March 10, 2020

    Dindukcapil Kembali Jalin Kerjasama Pemanfaatan Data Kependudukan



    Banjarnegara – Bertempat di Pringgitan Rumdin Bupati, Selasa, (10/3/2020), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banjarnegara melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama Pemanfaatan data kependudukan dengan tiga unit kerja di Kabupaten Banjarnegara.

    Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dindukcapil Kabupaten Banjarnegara Drs imam Kusharto Prayono MSi, dengan kepala BPPKAD  Dwi Suryanto S.Sos MSI, Rumah Sakit Emanuel Purwareja Klampok yang diwakili oleh dr Darma Juang Bakti selaku wakil pimpinan, dan PLT Lurah Kenteng Hari Krisyono SH. Hadir langsung dan menyaksikan penandatanganan, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Sekda dan jajaran pejabat Pemkab Banjarnegara.

    Imam Kusharto, dalam laporannya mengatakan bahwa Dindukcapil Kabupaten Banjarnegara terus berusaha  mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya untuk dokumen kependudukan yang paling banyak dibutuhkan masyarakat seperti akta kelahiran, kartu identitas anak, akta kematian, KTP elektronik, dan kartu keluarga.

    "Dengan adanya perjanjian kerjasama ini OPD atau lembaga penggunaa termasuk rumah sakit dan kelurahan dapat mengakses data kependudukan yang ada di Dindukcapil," kata Imam.

    "Apabila semua OPD atau lembaga pelayanan masyarakat menggunakan data kependudukan dari Dindukcapil sebagai dasar pelayanan tentu akan memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan cita-cita besar nasional untuk memiliki data tunggal akan semakin mudah terwujud," imbuh Imam.

    "Sebagai contoh yang dilakukan dengan BPPKAD dalam penginputan pelayanan wajib pajak daerah akan menggunakan data kependudukan dari Dindukcapil sehingga proses penginputan wajib pajak akan lebih cepat, tepat dan akurat," lanjutnya.

    "Demikian juga di bidang pelayanan publik seperti yang kita saksikan saat ini baik dengan kelurahan Kenteng Kecamatan Madukara maupun dengan Rumah Sakit Emanuel Klampok telah disepakati perjanjian kerja sama dalam pembuatan dokumen kependudukan akta kelahiran dan akta kematian," bebar Imam.

    Adapun Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dalam sambutannya mengapresiasi langkah Dindukcapil untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

    Hal ini, kata Budhi, sangat sesuai dengan visi misi daerah tahun 2017-2022 serta strategi dan arah kebijakan yang telah tercantum dalam RPJMD.

    "Misalnya dalam bidang kependudukan, Saya menginginkan bahwa pembangunan urusan kependudukan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan sasaran meningkatnya efektivitas dan transparansi pelayanan publik," tegas Budhi.

    "Dan strategi yang harus dikembangkan adalah sistem layanan yang cepat, mudah serta terjangkau dengan tolak ukur hasilnya meningkatkan cakupan pelayanan hak-hak kependudukan yang sangat dasar," imbuhnya.

    Diakui Budhi, tidaklah mudah untuk mewujudkan itu semua bahwa jumlah penduduk Banjarnegara saat ini sudah lebih dari 1 juta jiwa, ditambah lagi dengan kondisi geografis yang ada sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk biaya yang tidak sedikit jika masyarakat hendak mengurus dokumen kependudukan ke Dindukcapil.

    "Karena itu saya menyambut baik dan sangat mendukung berbagai upaya terobosan dan inovasi yang terus dilakukan oleh Dindukcapil untuk mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat," jelas Budhi.

    Dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama tersebut maka bagi penduduk yang lahir dan meninggal dunia di rumah sakit Emanuel maupun di wilayah Kelurahan Kenteng, pemohon akte kelahiran dan kematian tidak perlu lagi datang ke Dindukcapil. Dari kedua tempat tersebut permohonan akta dapat didaftarkan secara online, hal yang sama juga telah dilaksanakan di 277 Desa / Kelurahan lainnya dan di RSUD Hj Anna lasmanah Banjarnegara.(kris.kaenews.com)

    Monday, March 9, 2020

    DIDUGA SOPIR MENGANTUK, L 300 MASUK JURANG

    BANJARNEGARA : Sebuah mobil jenis Pickup L 300 sekitar pada selasa (10/11/2020) sekitar jam lima pagi masuk jurang sedalam dua ratus meter, diduga kuat sopir mengantuk kendaraan dengan No Pol G 1833 ZB ini melaju dari arah karangkobar menuju wanayasa namun ketika memasuki dukuh simpar desa susukan wanayasa mobil tersebut mengalami kecelakaan.
      Menurut keterangan Dion salah satu anggota RAPI yang ikut mengevakuasi kendaraan, ada dua korban yang mengalami patah tulang merukapan sopir dan kernet kini telah dilarikan ke rumah sakit siagamedika. tidak ada saksi mata yang mengetahui secara pasti kejadianya karena sa'at kejadian tak ada satupun yang melihat dilokasi karena hari masih pagi, kendaraan baru diketahui berada dijurang oleh salah satu warga dan melaporkan kepada Tim TRC RAPI kemudian dibantu warga mengevakusi kendaraan tersebut. Evakusi kendaraan memakan waktu cukup lama sekitar lima jam karena menggunakan alat seadanya dan terhalang tanaman pertanian milik warga.
       Akibat kejadian ini mobil mengalami rusak parah, bahkan wargapun kesulitan membawa bangkai kendaraan tersebut ke Polsek setempat.(kris.kaenews.com)

    RIBUAN MASYARAKAT NGAJI BARENG GUS MIFTAH

    BANJRNEGARA  : Sekitar lima ribu pengunjung memadati exs pasar Jatilawang kecamatan wanayasa kabupaten Banjarnegara pada senin malam (9/3/2020) para pengunjung yang berasal dari berbagai daerah seperti Batang, Pekalongan dan sekitranya beramai - ramai mengikuti Tausiah dengan pembicara Miftah Maulana Habiburahman atau lebih akrab disapa Gus Miftah. Gus Miftah adalah pimpinan pondok pesantren Ora Aji Sleman Jogjakarta, Pria kelahiran 5 Agusutus 1981 ini merupakan pendakwah kaum marjinal.

      Forum Komunikasi Pemuda Cibebek ((FKCP) yang menjadi panitia pelaksana ini punya tujuan mengundang Da'i kondang ini yakni untuk pembenahan iman, mental, fisik pemuda millenial, pengajian ini juga dalam Rangka menyambut Isra' mi'raj, dihadapan ribuan umat muslim Gus Miftah mengajak untuk memperbaiki Sholat,karena bila ingin hidupmu lebih baik maka perbaikilah Sholatmu.
       Kepala Desa Jatilawang Supriyanto mengapresisasi langkah forum komunikasi pemuda cibebek yang telah melaksanakan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat, serta berharap masyarakat bisa mengambil hikmah dari pengajian tersebut.
      Hadir pada kesempatan itu Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, serta unsur Forkompinca Wanayasa dan kepala Desa se kecamatan wanayasa. Dalam sambutanya Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menyampaikan, Masyarakat Banjarnegara akan hidup sejahtera dan bermartabat, dalam kesempatan itu Bupati meminta ma'af kepada masyarakat Banjarnegara selama kurang lebih tiga tahun belum bisa memakmurkan masyarakat banjarnegara secara maskimal.
       Pengajian diakhiri dengan pembacaan Do'a bersama Oleh Gus Miftah.(kris.kaenews.com) 

    Bupati Budi Sarwono: Jangan Panik, Tidak Ada Warga Banjarnegara Terinfeksi Virus Corona



    Banjarnegara - Bupati Banjarnegara, Budi Sarwono meminta seluruh masyarakat untuk tenang dan tidak panik menanggapi isu salah satu warga Banjarnegara yang terindikasi virus Corona. Pernyataan Bupati Budi Sarwono ini untuk melanjutkan klarifikasi atas pemberitaan media sebelumnya yang banyak menyoroti adanya warga Banjarnegara yang terindikasi virus Corona.
    Ditemui di ruang kerjanya, Senin, 9 Maret 2020, Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Ahmad Setiawan, M.Kes, menunjukkan hasil resmi pemeriksaan dan perkembangan terakhir atas pasien warga Banjarnegara di RSUD dr Margono Soekarjo Purwokerto yang sebelumnya terindikasi virus Corona.
    Budhi Sarwono mengatakan, pada hari Minggu, tanggal 8 Maret 2020 sekitar pukul 05.00 pagi dirinya dihubungi pejabat RSUD Prof dr Margono Soekarjo Purwokerto, bahwa hasil Lab atas pasien dari warga Banjarnegara tersebut dinyatakan negatif alias tidak terdampak virus corona, bahkan pasien akan digeser ke perawatan biasa, bukan isolasi lagi.
    “Pasien tersebut negatif virus dan hari ini juga, Senin, dijemput pulang, jadi di Banjarnegara saat ini dinyatakan tidak ada penderita virus Corona setelah pasien dinyatakan negatif oleh pihak Kemenkes melalui RSUD dr Margono Soekarjo,” kata Bupati Budhi Sarwono.
    Lebih lanjut Bupati menghimbau warga Banjarnegara, agar tidak panik dan berlebihan menyikapi viralnya pemberitaan virus corona, tidak perlu memborong masker, antiseptic tangan, makanan dan bahan makanan lainnya.
    “Masyarakat juga tidak harus selalu ke rumah sakit kalau hanya sekedar batuk pilek saja, kecuali bagi yang pernah dari luar negari atau sepulang dari umroh dalam waktu 14 hari dengan keluhan batuk, pilek, sesak. Cukup periksa ke Puskesmas saja,” katanya.
    Bupati juga meminta seluruh jajaran kesehatan tetap waspada dengan virus corona ini, memberikan pengetahuan ke masyarakat dan justru jangan melewatkan penyakit-penyakit lainnya.
    “Kami menghimbau warga Banjarnegara tidak buru-buru kembali ke luar negeri saat ada wabah ini di luar negeri sana, sampai dinyatakan aman oleh WHO,” pungkasnya.(kaenews.com)

    PESAN MENDALAM USTADZ DJARKASI, S.Th.I

    BANJARNEGARA: Ditengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Banjarnegara, Djarkasi, S.Th.I menyempatkan mengisi tausiah di SMK N 1 Bawang Banjarnegara pada Senin pagi (9/3/2020). Acara dimulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB.
        Sekitar dua ribu siswa-siswi serta guru dan karyawan hadir pada acara peringatan Isro' Mi'roj tersebut. Bertempat di Masjid Darul Ilmi yang berada di lingkungan sekolah, Ustadz Djarkasi berpesan kepada ribuan siswa bahwa makna peringatan adalah perintah sholat lima waktu, karena dengan sholat akan mencegah perbuatan keji dan mungkar.
      "Ingat malam dan siang, bahwa badanmu seperti wayang, jangan sekali-kali tinggalkan sembahyang, nyawamu pasti melayang", kira-kira itu pesan mendalam yang disampaikan Ustadz Djarkasi pada acara peringatan Isro' Mi'roj yang diselenggrakan oleh SMK N 1 Bawang Banjarnegara. Sementara Kepala Sekolah SMK N 1 Bawang, Dra. Widiastuti, M.M dalam sambutannya berpesan kepada siswa-siswi SMK N 1 Bawang jika lulus kelak untuk bisa menjadi siswa yang kompeten dibidangnya masing-masing.
      Acara ditutup dengan do'a oleh Ustadz Djarkasi, S.Th.I.(kris.kaenews.com)

    Sunday, March 8, 2020

    LONGSOR TUTUP JALAN DESA

    BANJARNEGARA: Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangkobar mengakibatkan longsor. Kejadian ini diketahui warga sekitar pukul 22.30 pada Minggu malam (8/3/2020).
       Longsoran material tanah beserta pohon bambu menutup akses Jalan Dukuh Karangnangka RT 03 RW 02 Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar. Akibatnya, jalan tertutup total untuk sementara waktu.
       Menurut sumber anggota RAPI yang berada di lokasi, tinggi tebing sekitar 15 meter, lebar 10 meter dan ketebalan material 2 meter.
       Keesokan harinya, material longsoran baru bisa dibersihkan dengan menggunakan alat seadanya, Relawan RAPI, TNI, POLRI dan dibantu warga baru bisa membuka akses jalan sekitar pukul 12.00 karena banyaknya material bambu yang ikut terbawa longsoran, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. (kris.kaenews.com)

    PPOMB GELAR KOPDAR GABUNGAN BERSAMA BPBD BANJARNEGARA

    BANJARNEGARA: Memasuki musim penghujan tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut mencegah terjadinya bencana di sekitar tempat tinggal. Sosialisasi terus dilakukan BPBD kepada masyarakat tak terkecuali kepada komunitas mobil yang tergabung dalam Paguyuban Otomotif Mobil Banjarnegara (PPOMB).

       Baru-baru ini dilakukan Kopdar gabungan yang berlangsung di Pendopo BPBD setempat, Hadir dalam kesempatan itu Kepala Pelaksana BPBD, Arif Rahman, yang memberikan arahan kepada komunitas mobil yang ada di Banjarnegara. Dalam sambutannya Arif mengajak keluarga besar PPOMB untuk ikut berperan aktif memberikan informasi jika menemukan adanya tanda-tanda bencana di sekitarnya, mengingat Kabupaten Banjarnegara merupakan daerah rawan bencana terutama bencana tanah longsor. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Kabupaten Banjarnegara guna mencegah terjadinya bencana tanah longsor, upaya yang dilakukan dan telah membuahkan hasil yakni dengan menanam pohon vetiver di Jemblung, Kecamatan Karangkobar. Sejak ditanami pohon vetiver hingga saat ini bekas lokasi longsor Jemblung terbukti tidak terjadi lagi longsoran di lokasi tersebut.

       Selain itu juga BPBD Banjarnegara terus mengembangkan alat pendeteksi bencana bernama Elwasi, alat ini bisa mendeteksi gerakan tanah atau longsor sehingga bisa berkontribusi dalam mitigasi bencana. Alat ini diciptakan oleh Staf Seksi pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara bernama Sudarsono. Alat ini bahkan masuk dalam kategori pemenang krenova tingkat Propinsi Jawa Tengah. Arif juga mengajak kepada Komuintas mobil yang hadir malam itu untuk terus eling lan waspada terhadap bencana tentu dengan terus menjaga kelestarian alam di sekitar kita.

       Bencana tidak hanya terjadi pada musim penghujan saja namun pada musim kemarau juga Banjarnegara rawan akan kekeringan. Dalam hal ini juga PPOMB telah ikut membantu dropping air bersih pada musim kemarau tahun lalu, Arif mengapresiasi kegiatan PPOMB yang telah membantu menyalurkan air bersih di daerah yang mengalami kekeringan. Diharapkan partisipasi aktif PPOMB dalam kegiatan aktifnya untuk ikut membantu pemerintah daerah dalam mitigasi bencana.

       Acara ditutup dengan berdiskusi antar komunitas mobil se-Kabupaten Banjarnegara untuk membahas kegiatan yang akan dilaksanakan yakni rencana Bakti Sosial pada awal bulan Ramadhan tahun ini.(kris.kaenews.com)

    Saturday, March 7, 2020

    BUPATI BERSAMA SATPOL PP BANJARNEGARA GELAR OPERASI MIRAS


    BANJARNEGARA: Bupati Banjarnegara bersama Satuan Polisi Pamong Praja, Sabtu malam (7/3/2020) menggelar operasi miras di tempat hiburan malam dan warung remang-remang. Operasi dipimpin langsung kepala Satpol PP Esti Widodo, dalam operasi tersebut berhasil menyita minuman keras dan enam ember berukuran besar yang berisi tuak.

    Operasi dimulai dari Purwareja Klampok, Mandiraja, Purwanegara dan Banjarnegara Kota. Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono meminta kepada Satpol PP untuk terus melakukan operasi pekat, apalagi sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan tentu kegiatan ini bertujuan supaya masyarakat lebih khusu' dalam melaksanakan ibadah puasa.

    Menurut Bupati Banjarnegara, tak sedikit tindak kriminal yang disebabkan oleh miras sehingga Bupati akan menindak tegas siapapun penjual miras yang terus membandel, dan berharap kepada semua aparat serta masyarakat ikut berperan aktif mengawasi dan memberantas miras serta segera melaporkan ke aparat yang berwenang.

    Kegiatan Operasi Pekat ini akan terus dilakukan dan bahkan tak segan-segan Bupati akan menutup  tempat hiburan malam bagi mereka yang tak mengantongi izin. Sumber Dinkominfo Banjarnegara (kris.kaenews.com)